Senin, 18 November 2019
Kamis, 27 Juni 2019
AirNav
airnav sendiri Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) adalah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang usaha pelayanan navigasi udara. Airnav didirikan pada 13 September 2012 melalui PP No 77 tahun 2012.
Pendirian Airnav Indonesia didasari oleh dua fakta kondisi penerbangan Indonesia yaitu, PT Angkasa Pura I,II yang merangkap tugas mengelola sektor darat bandar udara dan navigasi penerbangan.Serta rekomendasi dari ICAO untuk membentuk badan atau lembaga khusus bidang navigasi penerbangan berdasarkan audit ICAO USOAP pada tahun 2005 dan 2007.
ICAO menyimpulkan bahwa penerbangan di Indonesia tidak memenuhi syarat minimum requirement dari International Safety Standard sesuai regulasi ICAO. Kemudian direkomendasikan agar Indonesia membentuk badan atau lembaga yang khusus menangani pelayanan navigasi penerbangan.
Pada 13 September 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan RPP menjadi PP 77 Tahun 2012 Tentang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI). PP inilah yang menjadi dasar hukum terbentuknya Perum LPPNPI. Setelah terbitnya PP 77 Tahun 2012 Tentang Perum LPPNPI ini, pelayanan navigasi yang sebelumnya dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) serta UPT diserahkan kepada Perum LPPNPI atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia.
AirNav Indonesia mengelola seluruh ruang udara Indonesia yang dibagi menjadi 2 (dua)
1. Flight Information Region (FIR). Total Luas FIR = 2.219.629 Km2
2. Luas Wilayah = 1.476.049 Km2, dengan Jumlah Lalu Lintas Penerbangan: > 10.000 Movement / hari
Jasa yang diberikan oleh Airnav Indonesia meliputi :
1. pelayanan lalu lintas penerbangan
2. informasi aeronautika
3. telekomunikasi penerbangan
4. informasi meteorologi penerbangan
5. informasi SAR.
AirNav Indonesia terbagi menjadi 2 ruang udara berdasarkan Flight Information Region (FIR) yakni FIR Jakarta yang terpusat di Kantor Cabang JATSC (Jakarta Air Traffic Services Center) dan FIR Ujung Pandang yang terpusat di Kantor Cabang MATSC (Makassar Air Traffic Services Center). AirNav Indonesia merupakan tonggak sejarah dalam dunia penerbangan nasional bangsa Indonesia, karena AirNav Indonesia merupakan satu-satunya penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia.
Modernisasi peralatan tentu saja akan dibarengi dengan penambahan tenaga. Diperkirakan akan ada sekitar 200 orang tenaga ahli Air Traffic Controller (ATC) yang diperlukan. Mereka akan direkrut dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dan Akademi Teknik & Keselamatan Penerbangan (ATKP). Nantinya AirNav akan bekerjasama dengan badan Border Security Force (BSF).
Senin, 04 Maret 2019
RFID (Radio Frequency Identification) adalah suatu sistem identifikasi tanpa kabel (wireless) via gelombang elektromagnetik untuk merubah data antara terminal dengan suatu objek seperti produk barang, dengan tujuan unutuk mengidentifikasi dan menelusuri pengguna.RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak lansung seperti sistem pembaca kode batang.
Sejarah RFID pertama kali di perkenalkan sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Thermin sekitar tahun 1945.Teknologi yang digunakan RFIDsendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transporter, beroperasi pad atahun 1939 dan digunakan oleh inggris pada perang dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman.
komponen-komponen RIFD
1. Tag adalah objek sebuah barang yang berupa stiker adesif yang ada pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan peralatan itu menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatur RFID transceiver. Tag dibagi menjadi 3 golongan
Tag Aktif
Tag Pasif
Tag Semi pasif
2. Reader adalah penghubung antara software aplikasi dengan antena yang akan meradiasikan gelomang ke tag. Gelombang radio yang ditransmisikan oleh antena berpropagasi pada ruangan disekitarnya, akibatnya data dapat berpindah secara wireless ke tag RFID yang berada berdekatan dengan antena
3. Database adalah kumpulan data yang terdiri atas sutatu tabel yang terintegrasi , dimana setiap pemakai (user) diberi wewenang unutk dapat mengakses, mengubahn menghapusmenganalisis. menambah, dan memperbaiki data dalam tabel tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
GINI YAK ?
Memuat…
-
Memuat…
